Pages

Selasa, 06 Oktober 2015


PENTINGNYA KEPEMIMPINAN DALAM KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN

A.     Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mempegaruhi dan menciptakan kegiatan yang diorganisir kelompok dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

B.      Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan adalah proses memilih suatu alternative cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi yang dilakukan oleh ketua dalam suatu kegiatan untuk menemukan dan menyelesaikan masalah dalam suatu organisasi yang akan menghasilkan keputusan untuk kebaikab bersama.

Menurut Henry Mintzberg ada 3 peran utama bagi seorang pemimpin  :

1.      Peran yang bersifat Interpersonal
2.      Peran yang bersifat Informasional
3.      Peran yang bersifat Pengambilan Keputusan

Dalam sebuah Kepemimpinan ada beberapa Gaya Kepemimpinan :

a.      Gaya Otokratis
b.      Gaya Demokratis
c.       Gaya Kendali Bebas



PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Beberapa proses pengambilan keputusan :

a.      Persepsi seseorang tentang situasi lingkungan sangat penting dan peka terhadap situasi yang mungkin menjadi penyebab timbulnya masalah.
b.      Berusaha memahami sesungguhnya yang sedang terjadi dalam situasi maslah tertentu.
c.       Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk dipecahkan.
d.      Menentukan alternative daripada metode dan cara pemecahannya.

Dalam proses pengambilan keputusan memerlukan keberanian, karena setiap keputusan pasti memiliki resiko. Fungsi pengambilan keputusan sebagai strategi kepemimpinan sangat penting perannya. Keberanian mengambil keputusan, bagi organisasi berarti pemimpinnya mengetahui cara mencapai tujuan organisasi yang akan memberikan manfaat pada semua anggota organisasi. Seorang pemimpin harus mampu mengkomunikasikan keputusan yang telah ditetapkannya pada anggota organisasi yang dilaksanakan. Dan seorang pemimpin harus mampu mengambil keputusan dalam berbagai situasi, dengan memilih alternative terbaik di antara sejumlah alternative keputusan yang dihadapinya. Alternatif harus dipilih yang resiko negatifnya paling kecil agar tidak merugikan organisasi. Pemimpin harus mampu menjelaskan alasan memilih salah satu alternative keputusan dengan cara yang paling mudah di pahami, agar mendapat dukungan dalam pelaksanaanya.